Selain evakuasi korban, Pertamina juga bekerja sama dengan Pemkab Cianjur untuk mendata kerugian warga. Data tersebut akan menjadi dasar pemberian kompensasi agar tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan.
“Kami akan memastikan seluruh kerugian warga terdata dengan benar sehingga proses kompensasi berjalan cepat dan transparan,” ujar Hari.
Hari menjelaskan, tim investigasi Pertamina masih memeriksa penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan pengemudi.
Ia menegaskan seluruh armada tangki telah melewati serangkaian prosedur keselamatan ketat, mulai dari uji tekanan tangki setiap enam bulan, inspeksi harian, hingga pemeriksaan kesehatan sopir sebelum bertugas.
“Prosedur keamanan sudah kami jalankan, tapi kami menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab pasti,” katanya.
Dalam kecelakaan tersebut, truk tangki membawa sekitar 8.000 liter Pertamax dan 16.000 liter Pertalite dengan tujuan distribusi ke wilayah Sukabumi.
Meski terjadi ledakan, Pertamina memastikan pasokan BBM di wilayah Cianjur dan sekitarnya tetap aman.
Oleh karena itu, Ia mengatakan Proses distribusi bahan bakar berjalan normal karena pasokan dialihkan sementara dari depo terdekat.
“Pertamina memastikan pasokan BBM untuk wilayah Cianjur tidak terganggu pasca insiden ini,” tutup Hari Purnomo.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…