Informasi tersebut, kata dia, baru dipahami setelah dijelaskan dalam forum dialog.
“Banyak yang baru tahu bahwa BPJS sekarang tidak selalu berbentuk kartu fisik. Setelah dijelaskan, alhamdulillah mereka akhirnya mengerti,” katanya.
Namun, Onnie menyoroti persoalan krusial saat warga ingin beralih dari BPJS mandiri ke BPJS gratis.
Meski masuk kategori tidak mampu, mereka tetap diwajibkan melunasi tunggakan lama, sehingga prosesnya menjadi rumit dan memakan waktu.
“Di daerah lain ada kebijakan keringanan. Di Purwakarta, misalnya, ada diskon hingga 40 persen. Tapi di Cianjur ini saya baru tahu masih harus dilunasi penuh. Ini yang mau tidak mau harus kita tindak lanjuti dengan BPJS,” ungkapnya.
Onnie berharap program UHC yang menjadi unggulan Pemerintah Kabupaten Cianjur benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dengan alokasi anggaran sekitar Rp300 miliar, ia berharap cakupan jaminan kesehatan masyarakat cianjur dapat mencapai 80–90 persen.
“Tagline UHC jangan sekadar slogan. Standar jaminan kesehatan masyarakat Cianjur harus benar-benar terjamin,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…