“Program pengawasan pemerintahan berjalan normal, tapi banyak aspirasi warga yang terhambat karena mereka tinggal di atas tanah KAI,” kata Onnie.
Ia menjelaskan, regulasi yang tumpang tindih membuat pemerintah tidak bisa mengalokasikan anggaran pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan sarana pendukung lainnya.
“Program seperti pembangunan jalan atau perbaikan fasilitas tidak bisa dilakukan karena aturannya tidak memperbolehkan,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal ini, Onnie berjanji akan membawa persoalan tersebut ke anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat agar pemerintah pusat dapat mencari solusi.
“Ini masukan penting. Nanti akan saya teruskan ke anggota DPR RI yang menangani Jawa Barat,” kata dia.
Selain masalah tanah, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan permodalan UMKM.
Kang Onnie merekomendasikan pembentukan kelompok usaha untuk memudahkan pengajuan proposal kredit ke Bank Himbara maupun Bank BJB.
“Biasanya kredit kecil seperti lima jutaan bisa diajukan lewat program Kredit Mesra di Bank BJB. Silakan buat proposal, nanti saya bantu,” pungkasnya
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…