Ia juga menyinggung persoalan MBG sebelumnya yang dinilai bermasalah.
“Sebelumnya juga sama. Pernah dibagi nasi, ada telur bau sampai dugaan keracunan. Suppliernya sama dengan SDN Sayang 2,” ucapnya.
Orang tua tersebut berharap skema MBG dievaluasi.
“Daripada MBG-nya ke-buang, mending dikasihkan uangnya saja biar bisa dimasakin. Kalau dihitung kemarin itu sekitar 32 ribu,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Sayang 2, Adang Senjaya, mengatakan dirinya tidak berada di sekolah saat komplain terjadi.
“Kebetulan hari Kamis saya ada rapat. Kata guru memang ada orang tua yang menyampaikan keluhan. Guru menyarankan agar keluhan langsung disampaikan ke dapur MBG karena sekolah tidak tahu teknisnya,” ujarnya, Minggu, 21 Desember 2025.
Terkait penyalur MBG, Adang mengaku belum memastikan pihaknya.
“Nanti saya tanyakan dulu agar tidak salah alamat. Yang lebih tahu kepala sekolah lain karena dapurnya sama,” katanya.
Ia menambahkan, keluhan orang tua telah diteruskan guru kepada petugas MBG.
“Informasinya sudah langsung disampaikan ke petugas,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…