Menurutnya, perubahan kondisi alam tidak terjadi tiba-tiba. Hujan tetap turun, namun tanah semakin kehilangan daya resap.
Sungai mengalir, tetapi hutan yang dulu menjadi penyangga kini menyempit. Ketidakseimbangan inilah yang memicu rentetan bencana hidrometeorologi.
“Ketika air kehilangan keseimbangannya, tanah kehilangan resapannya, dan akar kehilangan penyangganya, itu bukan sekadar peristiwa alam. Ini seruan agar kita mengingat kembali hubungan saling menjaga yang selama ini terabaikan,” ucapnya.
Onnie berharap bencana ini menjadi momentum pembenahan tata kelola lingkungan sekaligus pemulihan relasi manusia dengan alam.
“Semoga para korban diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga dari duka ini tumbuh kesadaran baru bahwa merawat alam berarti merawat masa depan kita sendiri,” katanya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…