Namun, Satgas menemukan dapur tersebut belum memiliki ahli gizi bersertifikat.
“Ahli gizi di SPPG Cimanggu memang belum punya SK resmi dari Badan Gizi Nasional. Seharusnya dapur tak boleh beroperasi tanpa tenaga ahli bersertifikat,” kata Yudi.
Meski demikian, Satgas MBG hanya memberikan peringatan tertulis agar pihak pengelola memperbaiki porsi dan standar gizi sesuai aturan.
Dapur Cimanggu sendiri melayani sekitar 2.600 porsi per hari, bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan siswa sekolah.
“Idealnya lima sampai enam orang yang memasak, tapi karena masih tahap uji coba, jumlah tenaga terbatas,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Aku Cinta Cianjur Cimanggu, Syarif, mengatakan pihaknya menerima kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi.
“Kami perketat pengawasan agar tak terjadi kesalahan serupa. SK ahli gizi sedang kami urus, dan gramasi bahan akan disesuaikan dengan arahan Puskesmas,” ucapnya.
Syarif menambahkan, dapur tersebut baru beroperasi sejak pertengahan Oktober 2025 dan masih melakukan penyesuaian terhadap standar menu dan porsi.
“Kami akui masih ada kekurangan dalam pengukuran bahan. Semua menjadi bahan evaluasi agar program makan bergizi gratis benar-benar tepat sasaran,” tutupnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…