Di Cianjur, Bupati Muhamad Wahyu Ferdian menghentikan sementara beberapa titik dapur SPPG yang bermasalah. Dari total 140 dapur yang beroperasi, empat tercatat sempat bermasalah.
Dua di antaranya telah diperbaiki dan kembali berjalan, sementara dua lainnya masih diperiksa.
“Yang bermasalah kita hentikan dulu. Dari empat titik, dua sudah clear, sedangkan dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Sisanya, sekitar 140 SPPG, berjalan seperti biasa,” kata Wahyu usai kegiatan peresmian call centre 112 di Diskominfo, Kamis, 2 Oktober 2025.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tengah membentuk satgas pengawasan lintas instansi yang ditargetkan rampung pekan depan.
Senada dengan pernyatan BGN, Pemkab juga mewajibkan setiap dapur baru memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Sejauh ini baru empat dapur yang sudah mendapatkan SLHS. Kalau sampai akhir Oktober belum selesai, kami akan merekomendasikan penghentian sementara program tersebut,” ujar Wahyu.
Langkah pemerintah memperketat sertifikasi dapur MBG diharapkan dapat menekan risiko keracunan massal sekaligus memastikan program berjalan profesional dan aman bagi penerima manfaat.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…