Sisanya dikelola langsung oleh masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Komarudin menjelaskan, masyarakat memanfaatkan sisa makanan yang masih layak sebagai pakan ternak.
Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi warga.
“Selebihnya sudah diselesaikan di lingkungan masing-masing oleh KSM,” ujarnya saat ditemui Ruangpojok.com, Senin, 30 Maret 2026.
DLH menilai pola pengelolaan ini efektif menekan beban TPA Mekarsari sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengolahan limbah.
Ke depan, model ini akan terus diperluas untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah dari program MBG.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…