Ia menjelaskan, sebelumnya diduga ada sepasang pengendara yang terpeleset akibat derasnya luapan air, lalu masuk ke saluran drainase dan hanyut terbawa arus.
Namun, polisi belum memastikan identitas jenazah tersebut. Saat ini, proses verifikasi dan identifikasi masih berlangsung di rumah sakit umum daerah sayang cianjur.
“Jenazah masih kami lakukan verifikasi dan visum. Jika terbukti identik dengan korban kecelakaan di Cipendawa yang terbawa arus hingga puluhan kilometer, akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata dia.
Kapolres menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa jenazah tersebut merupakan korban kecelakaan tunggal akibat kondisi drainase terbuka dan cuaca buruk.
“Belum kami nyatakan betul itu adalah korban Dari kecelakaan tunggal yang terjadi Akibat keadaan cuaca dan terceburnya ke got yang tidak bertutup,” lanjutnya.
Dua warga, yakni Salim (47) selaku Ketua RT dan Opik Mahmud (49) sebagai Kepala Dusun, tercatat sebagai saksi dalam penemuan tersebut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mencocokkan data orang hilang dan menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan insiden lain di wilayah Cianjur.
Polisi juga menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…