“Pemuda harus dibekali kemampuan manajemen dan teknologi,” tegasnya.
Selain itu, Lilis mendorong pelatihan berbasis potensi lokal, seperti pengolahan pakan ternak dan perikanan modern.
“Pelatihan harus menghasilkan, bukan sekadar teori. Karang Taruna harus jadi motor penggerak ekonomi desa,” imbuhnya.
Lilis Boy memuji inisiatif komunitas Radio Antar Desa (Rades) yang beranggotakan 179 pemuda.
“Mereka mandiri dengan iuran Rp10.000 per bulan, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. Ini contoh nyata pemuda berdaya,” ucapnya.
Ia berharap lebih banyak pemuda Cianjur menciptakan peluang usaha sendiri.
“Generasi muda harus berdikari, tidak selalu menunggu bantuan, tapi berani memulai usaha,” pungkas Lilis Boy.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…