Selama ini, mereka hanya menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan BPJS Kesehatan, sementara PKH sudah tidak lagi mereka terima.
“Kami tidak bisa diam melihat kondisi mereka. Ini tanggung jawab sosial kita bersama,” ujar Wakil Ketua Komunitas Bagong Mogok Cianjur, Gopar Hendra Gunawan, Kamis, 30 Oktober 2025.
Kerabat mereka, Risma (40), mengatakan rumah keluarga itu sudah lama nyaris roboh.
Satu dari empat anak almarhum paling besar, Ganjar (26) kini tinggal di Palembang dan tak sempat pulang saat orang tuanya meninggal karena tak memiliki ongkos.
Kepala Desa Sukamekar, Yedi, membenarkan keluarga itu telah beberapa kali mengajukan bantuan rumah layak huni.
Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah daerah.
“Kami berterima kasih kepada Komunitas Bagong Mogok dan Kapolda Jabar yang langsung membantu warga kami,” kata Yedi.
Kini, masyarakat desa sukamekar khususnya kampung Sukatani bersama perangkat desa serta Babinsa Babinmas membantu mengangkut material untuk pembangunan rutilahu.
Pembangunan rumah bagi ketiga anak yatim itu kini tengah berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…