“Kalau tidak bisa membantu secara fisik, minimal beri tahu kami jika ada warga yang butuh bantuan. Jangan biarkan saudara kita menderita,” katanya.
Sementara itu, Ketua BM AKBP (Purn) Hilman Muslim menjelaskan filosofi nama “Bagong Mogok”. Menurutnya, “Bagong” menggambarkan sikap berani berbuat baik tanpa menunggu waktu.
“Kalau Bagong diburu, dia diam, mogok. Kita pun begitu, berbuat baik tidak perlu takut dan tidak perlu menunggu besok. Lakukan sekarang juga,” ujar Hilman.
Ia menambahkan, simbol Bagong juga mencerminkan manusia yang tak selalu sempurna.
“Manusia bukan selalu baik, tapi masih punya kesempatan untuk berbuat baik. Kadang Bagong justru lebih jujur dari manusia,” katanya.
Kepala Desa Cisujen, Uum Suanda, menyampaikan apresiasi kepada komunitas BM atas bantuan pembangunan majelis taklim di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bagong Mogok. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ucap Uum.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bukti konsistensi Komunitas Bagong Mogok dalam membantu masyarakat kurang mampu di Cianjur.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…