Terlebih, persoalan angka putus sekolah yang mencapai sekitar 51 ribu anak masih menjadi tantangan serius.
Menurutnya, tingginya angka putus sekolah tidak berdiri sendiri. Persoalan tersebut berkaitan erat dengan kondisi ekonomi keluarga, keterbatasan akses pendidikan di wilayah terpencil, luasnya wilayah administratif Cianjur, serta ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Sebagai organisasi kader yang berorientasi pada nilai intelektualitas dan keislaman, HMI Cabang Cianjur memandang peningkatan IPM dan penurunan angka putus sekolah harus menjadi prioritas strategis dalam kerangka pembangunan daerah.
HMI juga menegaskan bahwa “Cianjur Era Baru” tidak boleh berhenti sebagai slogan semata, melainkan harus menjadi semangat kolektif untuk mempercepat transformasi pembangunan manusia.
“Harapan kami sederhana namun substansial, terwujudnya Cianjur yang berdaya saing, adil dalam akses pendidikan, kuat secara ekonomi, serta unggul dalam kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…