Ia menilai sejumlah persoalan lain juga mencuat, mulai dari dugaan kualitas makanan yang tidak sesuai hingga kasus keracunan massal yang sempat menimpa ratusan siswa di Kecamatan Cikalong, Kadupandak, dan Sukanagara.
“Permasalahan yang terjadi memang banyak. Ada keracunan massal, porsi yang diduga tidak sesuai harga, dan persoalan lainnya. Ini tentu berdampak langsung pada kualitas gizi yang seharusnya diterima siswa,” ujarnya.
Aldi juga mempertanyakan konsistensi program yang mengusung nama Makan Bergizi Gratis apabila dalam pelaksanaannya justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi siswa penerima manfaat.
“Bagaimana mungkin program yang disebut ‘Makan Bergizi Gratis’, tetapi justru dinilai tidak bergizi bahkan menimbulkan keracunan,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah dan pihak terkait harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Cianjur, termasuk mengaudit kinerja Satgas MBG.
Jika polemik terus berlarut tanpa perbaikan, Aldi menyatakan BMC bersama masyarakat siap turun ke jalan untuk menuntut pembenahan program tersebut.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…