Selain minimnya pemahaman, Kang Onnie juga menemukan persoalan krusial terkait ketidaksesuaian data kependudukan, terutama perbedaan data pekerjaan yang tercantum pada KTP dan Kartu Keluarga.
Kondisi tersebut berdampak pada penilaian kelayakan penerima jaminan kesehatan. Banyak warga tercatat sebagai wiraswasta sehingga dikategorikan sebagai masyarakat mampu oleh Dinas Sosial, padahal secara ekonomi masih membutuhkan bantuan.
“Akibatnya, mereka tidak masuk dalam penerima manfaat UHC,” ujarnya.
Menurut Onnie, data kependudukan yang tidak akurat berpotensi menghambat akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang seharusnya berhak.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia menyatakan Partai NasDem akan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sukamanah guna melakukan pendataan ulang dan memfasilitasi perbaikan administrasi kependudukan.
“Kami akan berkoordinasi dengan kepala desa. Warga akan dikumpulkan dan kami bantu pengurusan data ke Disdukcapil melalui Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses validasi data dan memastikan manfaat program UHC tersalurkan secara tepat sasaran kepada seluruh warga Desa Sukamanah.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…