“Kita boleh menyampaikan ide dan gagasan, tetapi tidak boleh memaksakannya,” ujarnya.
Kang Onnie mengingatkan siswa pentingnya mendengar pendapat orang lain sebelum menyimpulkan sebuah gagasan bersama.
“Jangan sampai anak muda salah memahami demokrasi sebagai kebebasan tanpa aturan,” tegasnya.
Ia menilai pendidikan demokrasi sejak sekolah mencegah persepsi keliru terhadap politik dan sistem demokrasi.
Menurutnya, siswa sebenarnya telah mempraktikkan demokrasi melalui pemilihan ketua OSIS dan kerja kelompok.
Kang Onnie berharap siswa tumbuh menjadi pemilih cerdas yang memilih pemimpin aspiratif dan berpihak kepada masyarakat.
Program ini diharapkan memperkuat literasi demokrasi siswa menghadapi Pemilu dan kehidupan sosial ke depan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…