“Kami tampung semua aspirasi, nanti akan kami diskusikan dengan pihak-pihak terkait agar bisa direalisasikan secara bertahap,” tandasnya.
Warga mengeluhkan perubahan kebijakan insentif guru ngaji yang sebelumnya diberikan per RW, kini hanya satu guru per desa.
“Terkait insentif guru ngaji, ini tadi disampaikan warga sebagai bentuk ekspresi keprihatinan. Kami akan coba tanyakan langsung ke Bupati dan Wakil Bupati, mengingat kami juga dari partai pengusung. Jika perlu, akan kita cari solusinya bersama,” ujar Onni.
Selain itu, warga juga mempertanyakan status kepesertaan BPJS Kesehatan, khususnya bagi mereka yang sebelumnya memiliki BPJS Mandiri namun sudah tidak aktif.
Mereka berharap bisa beralih menjadi peserta BPJS yang dibiayai pemerintah.
“Kita akan coba komunikasikan dengan Dinas Sosial atau instansi terkait. Karena semua itu kembali pada niat baik dua belah pihak. Kalau ada iktikad baik, saya yakin pasti ada jalan keluar,” tambahnya.
Onni berjanji akan menindaklanjuti semua aspirasi warga melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…