Ia menilai sikap saling menghormati menjadi fondasi dalam kehidupan demokrasi yang sehat. Nilai tersebut juga harus dimiliki calon pemimpin masa depan.
“Inilah esensi menjadi politisi yang maslahat, yakni berguna bagi negara dan bangsa,” ujarnya.
Ketua Yayasan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al Uzlah, Ust. H. Moch Saiq, S.Ag., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut di lingkungan pesantren.
Ia berharap pendidikan demokrasi dapat memperluas wawasan santri. Selain menguasai ilmu agama, santri juga diharapkan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
“Kami berharap kegiatan ini memotivasi santri agar unggul dalam ilmu agama sekaligus memiliki wawasan kebangsaan,” katanya.
Kegiatan berakhir dengan sesi dialog interaktif. Para santri mengajukan pertanyaan mengenai politik, peran generasi muda, dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai demokrasi, kebangsaan, dan kepemimpinan yang berlandaskan akhlak serta semangat persatuan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…