“Pendapatan daerah yang kuat akan berdampak langsung pada pembangunan Jawa Barat dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor STAI Al-Azhary, Asep Zenal Muttaqin, M.Pd., menyambut positif kolaborasi pendidikan demokrasi yang digagas mahasiswa bersama legislatif.
Menurutnya, pemahaman demokrasi menjadi syarat utama bagi calon pemimpin masa depan.
“Setiap pemimpin harus paham demokrasi karena setiap kebijakan dan tanda tangan yang dikeluarkan berdampak luas bagi masyarakat,” tegas Asep.
Ia menambahkan, kampus secara konsisten menyelenggarakan pendidikan demokrasi dengan menghadirkan berbagai narasumber, termasuk penyelenggara pemilu dan tokoh politik, sebagai bagian dari program berkelanjutan penguatan wawasan kebangsaan.
Kuliah umum berlangsung interaktif dan membuka ruang dialog kritis antara mahasiswa dan legislator mengenai tantangan demokrasi kontemporer.
Antusiasme mahasiswa menjadi indikator meningkatnya kesadaran politik di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir agen-agen perubahan yang mampu menerapkan prinsip demokrasi substantif dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Jawa Barat ke depan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…