“Saya tidak paham bagaimana pengelolaan ini berjalan. Jadwal buka-tutup jalur membuat wisatawan malas datang dan lebih memilih Ciwidey atau Bandung karena ada akses tol,” imbuhnya.
Ia juga meminta masyarakat dan media melaporkan jika ada aset provinsi yang dikelola pemerintah kabupaten untuk pengembangan pariwisata.
“Jika ada aset provinsi yang dikelola kabupaten, segera informasikan. Saya akan mengecek langsung ke lokasi,” katanya.
Ketika ditanya mengenai penggunaan dana desa untuk program desa wisata, Kang Oni menjelaskan hal itu dimungkinkan, tergantung kepala desa dan potensi yang dimiliki.
“Jika pemerintah desa memiliki niat baik dan melihat potensinya, program ini pasti bisa didorong,” tuturnya.
Maka dari itu, Kang Oni menegaskan, akan terus mendorong pengembangan desa wisata di Kabupaten Cianjur agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Program ini harus didukung. Desa wisata dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, membuka lapangan kerja, menghidupkan UMKM, dan bahkan memberikan manfaat dari pengelolaan parkir,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…