“Kami sudah mengirim tim ke lokasi untuk menghitung biaya pembangunan. Keputusan apakah akan memakai dana BTT atau Dana Desa akan segera diambil,” ujar Kholis.
Menurutnya, Tim saat ini sedang melakukan penyusunan RAB dan Gambar dari jembatan tersebut.
“Kamis kemarin tim survei sudah turun ke desa gelarwangi, Tinggal penyusunan RAB dan Gambarnya,” paparnya.
Camat Cidaun, Selamet Riyadi, menjelaskan bahwa sebelum ambruk, jembatan sepanjang 10 meter itu bisa dilalui kendaraan roda empat. Saat ini, hanya sepeda motor yang bisa melewatinya secara bergantian.
“Sebelumnya, kendaraan roda empat bisa melintas di jembatan ini. Sekarang hanya sepeda motor, dan itu pun bergantian,” katanya.
Selamet mengapresiasi inisiatif warga yang membangun jembatan darurat dari pohon kelapa untuk menjaga akses antar desa.
Pihaknya telah melaporkan kejadian ambruknya jembatan tersebut kepada dinas terkait, dan masih menunggu hasil nya. (RZ)
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…