Selain infrastruktur, Onnie menyoroti rendahnya kualitas hidup warga Cihea. Padahal desa tersebut dikenal memiliki perputaran ekonomi cukup tinggi, terutama dari usaha daun pisang yang disebut mencapai omzet Rp 1,4 miliar.
“Itu kan hal yang aneh, omzet 1,4 M tapi IPM rendah, apakah data tidak terinput, daripada tarap hidup sehingga tidak masuk, kita akan telisik,” kata Onnie.
Tingginya angka putus sekolah turut menjadi perhatian. Wakil Ketua BPD Cihea, Ujang Rumita, mengatakan akses pendidikan di Cihea khususnya Kampung Bantar Caringin masih rendah. Mayoritas anak hanya mampu menempuh pendidikan hingga SMP.
“Satu desa dulu sekolah susah, akses jalan jauh, anak-anak kebanyakan ikut orang tua langsung ikut usaha,” kata Ujang.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah berupaya menekan angka putus sekolah.
“Makanya sering digembor-gemborkan Pak Kades agar anak-anak di Desa Cihea tidak putus sekolah,” ujarnya.
Upaya perbaikan jalan dan peningkatan pendidikan disebut menjadi prioritas lanjutan pemerintah desa dan wakil rakyat, termasuk tindak lanjut pemetaan data IPM yang dinilai belum akurat.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…