“Mulai dari rumah ibadah yang disita bank, sampai anak perempuan diperkosa bergiliran oleh 12 orang. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.
Menurutnya, derasnya arus digitalisasi menjadi salah satu pemicu lunturnya nilai kebangsaan.
Ia menilai anak-anak rentan terpapar informasi yang tidak pantas bila sejak dini diberi akses penuh terhadap penggunaan Gadget.
“Sebaiknya anak yang belum waktunya jangan dulu diberi gadget. Orang tua harus tegas membatasi,” ucapnya.
Isfhan juga menyinggung peran media sosial dan kecerdasan buatan (AI) yang kerap disalahgunakan.
“Kita tidak bisa menggurui semua orang, tapi minimal bisa memanfaatkannya untuk kebaikan,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan peran penting orang tua dalam pengendalian penggunaan gadget anak-anak.
Sebagai contoh, ia mencontohkan pola asuh tegas yang diterapkannya pada anaknya yang berusia empat tahun.
“Saat anak saya yang berusia empat tahun merengek minta ponsel, saya ambil saja. Biarlah dia menangis, yang penting ada batasan,” tutur Isfhan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran relawan Gerakan Kebajikan Pancasila dalam menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila serta meningkatkan kesadaran akan kontrol sosial di era digital.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…