Sementara itu, warga terdampak memilih mengungsi ke rumah kerabat masing-masing sambil menunggu bantuan pemerintah.
“Untuk sementara mereka tinggal di rumah keluarga terdekat,” tambah Nadir.
Di sisi lain, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Wangwang Kuswaya, membenarkan adanya laporan pergeseran tanah tersebut.
“Kami menerima laporan dari relawan dan kepala desa. Ada sekitar 25 rumah terdampak. Namun tim belum bisa turun ke lokasi karena cuaca belum aman,” kata Wangwang.
Ia menuturkan, tim BPBD masih disiagakan di beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Karangtengah, Mande, dan Sukaluyu, yang juga dilanda angin kencang dan pohon tumbang.
“Untuk Takokak, kami masih menunggu data pasti soal tingkat kerusakan. Namun sejauh ini, rumah panggung di sana kebanyakan hanya rusak ringan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wangwang menjelaskan, pergeseran tanah di Takokak kali ini merupakan kelanjutan dari aktivitas tanah yang sempat terjadi pada akhir 2023.
Karena itu, ia mengimbau warga di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami minta warga tetap siaga, terutama saat hujan deras turun, karena pergerakan tanah susulan bisa saja terjadi,” tutur Wangwang.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…