CIANJUR – Perkembangan dunia teknologi informasi yang begitu cepat, menjadikan kebutuhan akan koneksi internet sangat tinggi di masyarakat.

Seperti yang dilakukan PT Hayat Teknologi Informatika, perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi tersebut hadir untuk memenuhi kebutuhan internet bagi masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Cianjur.

Perusahaan swasta ini telah mengantongi legalitas dan terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sejak Tahun 2021. Adapun layanannya masih meliputi wilayah Jawa Barat yang tersebar di beberapa daerah,sSeperti Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bekasi dan Tasikmalaya.

“Layanan area kita sementara ini masih sebatas di Jawa Barat, belum ekspansi ke luar Jawa Barat,” ujar Direktur Utama PT Hayat Teknologi Informatika, Ismail kepada wartawan, Minggu 31 Maret 2024.

Khusus di Kabupaten Cianjur, Ismail mengatakan, perkembangannya selama tiga tahun ini cukup cepat. Terlebih pada saat pandemi Covid-19 pemakaian internet mengalami kenaikan karena semua aktivitas dilakukan secara daring.

“Dari awalnya traffic pemakaian internet oleh pengguna (user) cuma 1 gigabyte (GB), sekarang sudah hampir 6 gigabyte per hari untuk di Cianjur sendiri. Begitupun untuk di daerah lain, sudah lumayan juga. Total seluruh Jawa Barat pemakaian internet sekarang sampai 28 gigabyte dalam sehari,” katanya.

Selain menyasar wilayah perkotaan Cianjur, PT Hayat Teknologi Informatika juga masuk ke daerah-daerah pelosok Cianjur Selatan yang merupakan area blankspot. Dari awalnya 10 desa di Tahun 2023, sekarang pengembangannya sudah mencapai 24 desa hingga ke Kecamatan Agrabinta.

“Pelanggan kita dari mulai rumahan, dinas-dinas hingga sekolah,” ungkap Ismail.

Pihaknya juga bekerjasama dengan mitra-mitra yang bisa menggunakan layanan internet dari PT Hayat Teknologi Informatika kemudian dijual kembali ke pengguna.

“Tarif kita yang masuk di kantong masyarakat, paket per bulan dari Rp150.000 sampai yang paling tinggi. Kita juga ada penjualan voucher dari nominal Rp3.000 sampai Rp10.000 untuk beberapa jam bagi kalangan menengah bawah, Bisa digunakan untuk aktivitas belajar,” tutur Ismail.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, pihaknya menggunakan sistem jaringan hybrid guna menghubungkan layanan internet ke pengguna.

“Ada fiber optik dan wireless, jadi kita gabung saja. Apalagi kalau di desa-desa yang pelosok itu pakai wireless. Intinya kami berupaya membangun jaringan internet hingga ke seluruh pelosok,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *