“Kita perlu memahami alasan di balik kurangnya sikap toleran. Biasanya, itu terjadi karena minimnya literasi. Oleh karena itu, diskusi seperti ini harus diperbanyak,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Gusdurian Kabupaten Cianjur, Asep Zaelani, menjelaskan bahwa Haul Gus Dur rutin diadakan setiap tahun, baik di tingkat pusat maupun wilayah.
“Kegiatan Haul ini selalu diadakan setiap tahun, baik di tingkat pusat maupun kabupaten,” kata Asep.
Asep juga menegaskan, bahwa semua agama di Indonesia dilindungi oleh undang-undang, sehingga diskusi seperti ini dapat mempererat silaturahmi antarumat beragama.
“Dalam konteks berbangsa dan bernegara, kita tidak boleh membanding-bandingkan agama. Semua harus mendapatkan haknya dan dilindungi oleh negara,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa prinsip kemanusiaan, sebagaimana diajarkan oleh almarhum Gus Dur, harus menjadi dasar kehidupan berbangsa.
“Kami mengutip ajaran Gus Dur bahwa kemanusiaan harus ada di atas segalanya. Jika itu dijadikan pedoman, hidup kita akan lebih toleran, damai, dan sentosa,” tutup Asep
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…