“Kalau hanya mengandalkan padi, itu tidak akan menutup operasional. Padahal setiap tahun harus laporan,” kata Puput.
Selain pertanian, Bumdesa juga menyediakan pupuk dan obat-obatan pertanian yang dapat diakses masyarakat. Modal awal untuk usaha ini sekitar Rp13 juta.
Puput menjelaskan total anggaran Bumdesa mencapai sekitar Rp270 juta, dengan alokasi untuk operasional sebesar 30 persen.
Dalam monev, ditemukan bahwa pengelola belum tertib dalam pencatatan administrasi.
“Hasil monev menunjukkan Bumdesa lalai di administrasi, dan itu sudah dibenarkan oleh pengurus,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa memutuskan membekukan sementara operasional Bumdesa.
Puput menyebut pembekuan dilakukan dua hari untuk memberi ruang pemeriksaan administrasi.
“Bumdesa saat ini dibekukan dua hari untuk diperiksa. Ini untuk melihat nanti bagaimana kinerja inspektorat,” ujarnya.
Ia memastikan pihaknya berencana melaporkan hasil monev kepada Inspektorat Daerah.
“Kami sedang membuat laporan ke inspektorat daerah,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…