“Kalau kita lihat, dari sekian banyak yang mengonsumsi, seharusnya banyak yang terdampak. Tapi faktanya hanya sedikit. Itu yang harus kita telusuri lebih dalam, bukan hanya MBG,” katanya.
Dinkes Cianjur, kata Made, juga masih memantau kejadian serupa di Cidaun. Pemantauan dan edukasi masyarakat tetap dilakukan, termasuk pemeriksaan makanan serta pedagang sekitar.
“Pemantauan terus kami lakukan, begitu juga edukasi. Penyebabnya harus dipastikan lewat uji laboratorium lebih lanjut,” ucapnya.
Selain menunggu hasil laboratorium, Dinkes berencana memperkuat edukasi penyajian makanan sehat.
Program pendampingan dari puskesmas di setiap titik distribusi MBG juga akan terus digiatkan untuk mencegah kasus serupa terulang.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…