Menurutnya, langkah ini menjadi strategi pemerintah untuk mengendalikan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi.
“Program ini bukan hanya dilaksanakan oleh provinsi, tetapi juga didukung oleh kabupaten dan kota. Untuk tahun ini, kami menargetkan pelaksanaan di 27 titik di Jawa Barat, termasuk lima titik di Kabupaten Cianjur,” ujar Rika.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut terbukti efektif menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi warga.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, RK Dadan Surya Negara, menyebut GPM sebagai langkah nyata pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga bahan pokok.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025, Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan 120 titik pelaksanaan GPM, dan diharapkan bisa meningkat menjadi 200 titik tahun depan agar manfaatnya lebih luas.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Harga di bawah standar pasar jelas membantu mereka. Barang yang dijual pun beragam, mulai dari sayur, beras, minyak goreng, daging ayam, terigu, hingga bahan pokok lainnya,” kata Dadan.
Di sisi lain, Kabid Ketahanan Pangan DTPHPKP Cianjur, Nurman Ma’sum Ishak, berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menekan laju inflasi di tingkat lokal.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…