Deni, pelopor pakan ternak ini, menjelaskan bahwa produknya tidak hanya untuk sapi, tetapi juga domba, kelinci, bebek, dan hewan ternak lainnya.
“Kami sudah melakukan riset selama satu tahun, membandingkan eceng gondok dengan pakan ternak lain. Teksturnya berserat, berpori, dan awet. Kami berani memberikan garansi, kalau hewan ternak tidak mau makan, uang akan dikembalikan,” jelasnya.
Pemasaran pakan ini telah merambah Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara di Cianjur masih dalam tahap sosialisasi ke pemerintah daerah.
Sementara, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, mengapresiasi dan mendukung penuh inovasi masyarakat yang menjadikan eceng gondok disulap menjadi usaha lokal yang menjanjikan.
“Itu termasuk fokus saya, saya tadi suruh bikin bangunannya sudah 50 juta , setelah itu saya orang pertama menyerap produknya,” kata Dedi.
Kepala Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, mendukung penuh inisiatif ini. Menurutnya, pemanfaatan eceng gondok memberikan solusi ganda, membersihkan perairan sekaligus meningkatkan ekonomi warga.
“Eceng gondok yang diambil dari perairan diolah menjadi pakan, lalu dijual ke kelompok ternak. Warga mendapatkan manfaat ekonomi, lingkungan menjadi lebih bersih, dan kebutuhan daging bisa terpenuhi karena kualitas dan kuantitas ternak meningkat,” tutur Iwan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…