Menurut Sanuedin, sekolah swasta masih menghadapi berbagai kendala, terutama menurunnya jumlah siswa karena faktor ekonomi dan kebijakan sekolah negeri yang bebas biaya.
“Banyak orang tua lebih memilih sekolah negeri karena gratis, sedangkan sekolah di bawah yayasan harus membayar iuran bulanan,” ujarnya.
Sementara itu, Onnie S. Sandi mengatakan pendidikan demokrasi bagi pelajar penting untuk menumbuhkan pemahaman politik yang sehat sejak dini.
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang cerdas memandang dunia politik. Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tapi bagaimana nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Onnie.
Ia menambahkan, praktik demokrasi sebenarnya sudah dijalankan siswa, seperti dalam pemilihan ketua OSIS atau kerja kelompok di kelas. Namun, masih banyak yang belum memahami nilai-nilai di balik praktik itu.
“Kegiatan sederhana seperti pemilihan ketua OSIS adalah bentuk nyata demokrasi. Tinggal bagaimana kita menanamkan makna dan tanggung jawabnya,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…