Legislator Komisi II DPRD Jabar itu juga berjanji membawa isu tersebut ke pembahasan tingkat provinsi serta mendorong kolaborasi dengan Bank Jabar untuk memperkuat akses permodalan UMKM di Cihea.
“Nanti saya akan koordinasi dengan Dinas Koperasi melihat sejauh mana UMKM berjalan. Kami di Komisi II akan mendorong perbankan lebih hadir membantu,” katanya.
Sementara, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cihea, Ujang Rumita, membenarkan bahwa sebagian besar warga menggantungkan pendapatan dari daun pisang.
Ia menjelaskan perhitungan omzet kasar yang membuat nilai penjualan mencapai miliaran rupiah.
“Penduduk Desa Cihea sekitar 11 ribu orang. Kalau satu warga menjual satu koli daun pisang senilai Rp200 ribu sampai Rp300 ribu, maka omsetnya bisa tembus Rp1,4 miliar,” ujar Ujang.
Ia menambahkan, petani bisa memanen dua minggu sekali jika perawatan dilakukan dengan baik, terutama pada musim hujan.
Namun ia menyesalkan minimnya dukungan pemerintah bagi petani daun pisang, termasuk akses ekspor yang belum mereka pahami.
“Untuk petani daun pisang, sampai saat ini belum ada bantuan. Dilirik saja tidak. Bahkan ada yang ingin ekspor, tapi mereka tidak tahu jalurnya,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…