Dinsos Kabupaten Cianjur langsung mematahkan spekulasi tersebut. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Cianjur, Dasep Sumawiharja, S.Kep, Ners, menegaskan hasil pemeriksaan medis menyatakan tujuh perempuan tersebut mengidap sipilis, bukan HIV/AIDS.
“Tujuh orang dipulangkan karena terdeteksi penyakit kelamin sipilis. Hari ini mereka menjalani pengobatan di Puskesmas Ciranjang dengan pendampingan petugas P5A Kecamatan Ciranjang dan Karangtengah,” kata Dasep melalui pesan WhatsApp, Selasa, 10 Februari 2026.
Dasep menambahkan, Dinsos tetap menjalankan pendampingan medis dan sosial terhadap ketujuh perempuan tersebut.
Sementara itu, empat perempuan lainnya tetap menjalani pembinaan di PPS Dinsos Jawa Barat di Sukabumi.
Dinsos merencanakan pemberian pelatihan keterampilan dan pembinaan kerohanian selama masa rehabilitasi.
Melalui program tersebut, Dinsos berharap para perempuan binaan dapat pulih, memiliki keterampilan baru, serta tidak kembali menjalani praktik prostitusi setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…