Penerima bansos yang merasa namanya hilang padahal tidak bermain judol dapat mengajukan klarifikasi ke pemerintah desa dengan membawa bukti kelayakan.
“Karena usulan bansos itu berasal dari desa. Kalau ada warga yang namanya hilang, bisa datang ke desa untuk klarifikasi,” jelasnya.
Namun, ketika diminta data pasti jumlah penerima bansos di Cianjur yang telah dicoret karena judol, Hermin mengaku tidak memilikinya.
Ia menyebut data lengkapnya berada di Kementerian Sosial (Kemensos).
“Datanya ada di Kemensos. Kalau ingin tahu jumlah pastinya, harus meminta langsung ke pusat melalui DTSEN,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan,transparansi data mengenai seberapa banyak penerima bansos yang telah dicoret akibat judol masih menjadi pertanyaan, dengan otoritas setempat merujuk pemantauan sepenuhnya kepada pemerintah pusat
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…