Selain pengujian laboratorium, Dinkes Cianjur juga mengevaluasi secara menyeluruh rantai distribusi Program MBG.
Evaluasi meliputi kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga durasi pengantaran makanan ke sekolah.
Menurut I Made, makanan siap konsumsi idealnya dikonsumsi dalam waktu kurang dari empat jam.
Waktu distribusi yang terlalu lama berpotensi memicu perubahan kandungan zat akibat aktivitas bakteri.
“Jika melebihi batas aman, bisa terjadi perubahan zat kimia, termasuk pembentukan nitrat, yang berisiko menyebabkan keracunan,” tegasnya.
Dinkes Cianjur memastikan investigasi terus berjalan hingga hasil uji laboratorium keluar, sekaligus menyiapkan langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Cianjur.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…