“Pernah tempe kurang garam, ada yang berlendir, tomat burger juga berlendir, telurnya hambar,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan MBG dievaluasi dan opsi bantuan tunai dipertimbangkan.
“Lebih baik diganti uang Rp10 ribu per hari daripada makanan basi,” ucapnya.
Kepala SDN Sukasarana, Imas, membenarkan adanya keluhan tersebut dan menyatakan telah menyampaikan laporan kepada pihak penyedia MBG.
“Betul, sudah kami informasikan ke pihak SPPG Hegarmanah,” kata Imas.
Ia menjelaskan, menu yang tidak layak baru terjadi kali ini dan terutama diterima siswa kelas bawah.
“Yang menerima pisang hanya beberapa siswa, lainnya pir. Total penerima MBG di sini sekitar 250 siswa,” ujarnya.
Imas menambahkan, penyedia MBG berasal dari Yayasan Ikhsan Raudatul Jannah dari SPPG desa Hegarmanah.
“Iya pak, saya sering lihat di mobilnya,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…