“Petani harus mendapat harga jual yang baik dan menguntungkan,” ucapnya.
Selain membahas ketahanan pangan, Asep menyoroti persoalan irigasi di sejumlah lahan pertanian. Ia meminta masyarakat ikut mengawasi kondisi saluran irigasi.
“Laporkan kondisi irigasi supaya pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin mengatakan, luas lahan baku sawah di kawasan Gapoktan Tanjung Tani mencapai 492 hektare.
Dari jumlah itu, sekitar 200 hektare memasuki masa panen.
Aep menjelaskan, produktivitas padi di Ciemas mencapai rata-rata 6,2 ton per hektare. Angka itu lebih tinggi dibanding rata-rata produksi Kabupaten Sukabumi sebesar 5,2 ton per hektare.
“Ciemas menjadi salah satu kawasan pangan utama di Kabupaten Sukabumi,” ujar Aep.
Dinas Pertanian juga menjalankan program Sangkuriang atau swasembada berkelanjutan dan kemandirian pangan.
Program tersebut difokuskan untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan alih fungsi lahan.
Dalam kegiatan itu, Bupati Sukabumi bersama Forkopimda menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani Desa Tamanjaya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…