Kerja sama itu melibatkan Kodim, Koramil, hingga Babinsa di tingkat desa untuk mempercepat penyaluran bantuan saat kekeringan terjadi.
Dinas TPHP juga mendorong petani menerapkan pola tanam bergilir. Petani dapat menanam jagung, kedelai, kacang-kacangan, atau mentimun saat pasokan air berkurang.
“Komoditas tersebut membutuhkan air lebih sedikit sehingga lahan tetap produktif selama musim kemarau,” ujar Ali.
Ali menyebut wilayah hilir irigasi menjadi daerah paling rawan mengalami kekeringan. Kondisi itu rutin terjadi saat musim kemarau.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Haurwangi, Ciranjang, sebagian Bojongpicung, serta area di ujung jaringan irigasi.
“Paling terdampak biasanya sawah di ujung saluran irigasi karena debit air tidak mencapai lokasi tersebut,” katanya.
Pemerintah sebelumnya menormalisasi dan mengeruk Daerah Irigasi Cihea serta Ciherang-Cibanteng untuk memperlancar distribusi air.
Selain itu, Dinas TPHP mengusulkan perbaikan sembilan daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk di Kecamatan Cibeber.
Ali berharap perbaikan irigasi mampu mengurangi dampak kekeringan. Ia juga berharap musim kemarau tidak berlangsung panjang agar target swasembada pangan tetap tercapai.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…