“Dusling menjadi solusi pelayanan bagi pelosok. Perangkat tersebut rencananya bisa dibiayai melalui Dana Bagi Hasil (DBH). Kepala dusun akan melakukan pengisian saldo terlebih dahulu sebelum pembayaran PBB dilaksanakan,” ungkapnya.
Namun, Ia menyampaikan, meskipun telah menyediakan 14 gerai digital pembayaran, belum bisa efektif menjangkau pelosok.
“Di perkotaan, masyarakat sudah terbiasa menggunakan gerai seperti Alfamart, Indomaret, dan aplikasi digital lainnya. Namun, di pelosok, layanan ini kurang familiar sehingga Dusling diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat,” paparnya.
Terkait anggaran pengadaan perangkat Dusling, ia menyebutkan rencana pendanaannya melalui DBH. Perangkat tersebut nantinya akan menjadi aset desa dan dikelola secara mandiri.
“Pengadaan Dusling masih dalam tahap perencanaan. Jika menggunakan DBH, itu akan lebih baik karena alat tersebut nantinya bisa tercatat sebagai milik desa dan dapat dipelihara dengan baik,” tutupnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…