“Kesulitan merekrut dokter spesialis membuat kami meminta direktur RSUD BLUD melakukan perekrutan mandiri agar layanan kesehatan tetap optimal,” katanya.
Cianjur termasuk daerah dengan tantangan kesehatan serius, terutama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di tiga terbawah se-Jawa Barat.
Dinkes berharap kekurangan tenaga medis ini terpenuhi pada 2025 agar pelayanan di semua RSUD berjalan maksimal.
Plt Direktur RSUD Cianjur, Yuli Hendriyani membenarkan bahwa RSUD Sayang Cianjur saat ini masih membutuhkan dokter spesialis.
“betul, di RSUD Cianjur masih kekurangan untuk dokter spesialis, semoga secepatnya dokter spesialis untuk di RSUD Cianjur terealisasi”, Pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…