Menurutnya, tujuan program bukan sekadar mengenyangkan, tetapi memenuhi kebutuhan kalori dan gizi anak.
“Yang disajikan harus memenuhi kebutuhan gizi, bukan sekadar kenyang atau tidak,” ungkapnya.
Bupati juga menampik tudingan bahwa sebagian tenaga ahli gizi di SPPG tidak berpengalaman.
“Ahli gizi, administrasi, dan kepala SPPG sudah dilatih sebelumnya oleh pemerintah pusat,” tegasnya.
Ke depan, masyarakat dapat melaporkan langsung temuan di lapangan melalui call center terpadu Pemkab Cianjur di nomor 112.
“Mungkin nanti disatukan dengan call center Kabupaten Cianjur di 112,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan dr. I Made Setiawan membenarkan rencana pembentukan satgas MBG oleh Pemkab Cianjur.
Pembentukan ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan menimpa anak-anak sekolah penerima menu MBG.
“Iya nanti rencananya akan dibentuk satgas untuk pengawasan program MBG, kami dinas kesehatan akan dilibatkan untuk monitoring lapangan,” kata Made.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…