“Saat ini beberapa siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare. Insyaallah semua akan tertangani dengan baik. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium untuk memastikan sumber keracunan ini,” tambahnya.
Selain itu, Bupati memerintahkan seluruh tenaga medis di puskesmas Cianjur untuk memantau kondisi siswa MAN 1 Cianjur, terutama yang tinggal dekat puskesmas, dan mendata semua korban.
Di sisi lain, Camat Cianjur, Tomtom Gani Gardiat, mengkritik keras SPPG Limbangansari karena menggunakan tempat makan tidak sesuai standar baku. Pasalnya, SPPG ini menyediakan makanan MBG untuk MAN 1 Cianjur.
“Mereka seharusnya menggunakan ompreng yang memenuhi standar pengemasan, seperti stainless steel atau plastik yang aman. Namun, ada pelanggaran dalam hal ini,” tegas Camat Tom Tom.
Adapun, program MBG di Kecamatan Cianjur disalurkan melalui dua titik lokasi, SPPG Desa Limbangansari dan SPPG Desa Nagrak.
Sebagai langkah konkret, Camat Cianjur menginstruksikan ambulans desa dan kelurahan untuk siaga 24 jam.
Ia juga memastikan puskesmas di wilayahnya siap melayani korban dugaan keracunan makanan.
“Sesuai instruksi Pak Bupati, semua ambulans desa dan kelurahan harus standby untuk mengantisipasi jika ada siswa MAN 1 Cianjur yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut,” tutupnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…