Foto Istimewa : potongan gambar dari video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji beberapa Oknum SatPol PP Terhadap Mahasiswa saat proses penertiban pedagang di Bomero City Minggu lalu.
RUANGPOJOK.COM -Bupati Cianjur Muhamad Wahyu Ferdian menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum Satpol PP terhadap mahasiswa dan pedagang saat penertiban di kawasan Bomero, pada 11 November 2025.
Ia meminta insiden itu diselesaikan secara terbuka dan humanis agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Bupati Wahyu menegaskan tindakan represif tersebut bukan instruksi institusi Satpol PP, melainkan ulah oknum.
“Itu mungkin perorangan. Kami sangat menyesalkan apa yang terjadi saat itu. Kami harapkan semuanya tertib,” ujarnya usai menghadiri kegiatan di Hotel Cordela Suites, Rabu, 19 November 2025.
Ia meminta petugas dan mahasiswa serta pedagang yang terlibat untuk melakukan tabayun demi menyelesaikan kesalahpahaman.
“Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Tapi kedua belah pihak harus lakukan langkah pengobatan dan pendekatan agar kesalahpahaman itu tuntas,” kata Wahyu.
Pemkab Cianjur melalui Satpol PP kini melakukan pendalaman internal untuk memastikan kronologi lengkap insiden penertiban di Bomero.
“Kami sedang lakukan pendalaman seperti apa kejadiannya,” ujarnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Asep Aripin, menyatakan kesiapan organisasinya bersinergi dengan Kapolres…
RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Forkopimda, tokoh agama,…
RUANGPOJOK.COM - Pesisir Pantai Palabuhanratu yang menjadi wajah wisata Kabupaten Sukabumi kembali dihadapkan pada persoalan…
RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya menghadirkan kepolisian yang humanis, transparan, dan dekat…
RUANGPOJOK.COM - AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. resmi menjabat Kapolres Sukabumi menggantikan AKBP Samian.…
RUANGPOJOK.COM - Komisi III DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB Syariah Cabang…