“Dryer memastikan pengolahan tetap berjalan meski dalam kondisi hujan, sedangkan RMU diperlukan untuk proses penggilingan gabah menjadi beras,” jelas Renato.
Renato menambahkan bahwa Bulog menyerap beras sesuai kualitasnya dengan harga Rp12.000 per kilogram.
Saat ini, Bulog menargetkan penyerapan sekitar 1.000 ton gabah per bulan. Volume penyerapan diprediksi meningkat pada bulan Maret dan April seiring dengan musim panen.
“Target kami adalah 20.000 ton,” tambahnya.
Oleh karena itu, Renato menyampaikan, pemerintah menargetkan tidak ada impor beras pada tahun ini untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Jika ada yang menjual di bawah harga yang ditetapkan, kami akan melakukan negosiasi agar tetap di angka Rp6.500. Kami juga melibatkan dinas terkait, TNI, dan Polri dalam pengawasan,” tutup Renato.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…