Sementara itu, beras SPHP disalurkan melalui tiga jalur Gerakan Pasar Murah (GPM) bersama Dinas Ketahanan Pangan, operasi pasar saat harga melebihi HET, serta distribusi ke pedagang tradisional dan koperasi, termasuk koperasi desa, BUMN, dan milik TNI/Polri.
Yanto menegaskan, harga beras SPHP tidak boleh melebihi Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 per 5 kilogram.
“Ini upaya kami memotong mata rantai distribusi agar harga tetap terkendali,” tambahnya.
Selain itu, Bulog juga merespons beredarnya karung beras SPHP yang dijual bebas.
“Itu ulah oknum, dan kami berterima kasih kepada Satgas Pangan yang sudah tegas mengawal distribusi ini. Kami berharap tidak ada lagi penyalahgunaan di lapangan,” tegas Yanto.
Di akhir pernyataannya, Yanto kembali mengimbau masyarakat untuk tidak panik.
“Stok beras aman. Pemerintah melalui Bulog terus menyalurkan beras secara terkontrol. Semua program ini bertujuan untuk menjaga daya beli, stabilitas harga, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…