Isu ketenagakerjaan turut menjadi tuntutan. Warga meminta perusahaan menghapus praktik diskriminasi serta memberikan kepastian status kerja, termasuk pengangkatan karyawan tetap dan prioritas bagi tenaga kerja lokal.
“Kami mendorong pengangkatan karyawan tetap sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan serta memprioritaskan tenaga kerja lokal,” tambah Dahlan.
Salah satu warga, Purnama, menegaskan aksi akan terus berlanjut hingga tuntutan dipenuhi.
Massa bahkan siap menginap dan menggelar aksi lanjutan ke kantor pusat perusahaan.
“Kalau tidak ada realisasi, kami akan menginap di sini. Bahkan kami siapkan aksi lanjutan ke kantor pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Humas PT QL Agrofood Farm Sukaluyu, Rahmat, menyatakan pihaknya telah menerima seluruh tuntutan warga. Namun, keputusan belum dapat diambil karena menjadi kewenangan manajemen pusat.
“Kami belum bisa memutuskan karena kewenangan ada di kantor pusat. Rencananya akan ada aksi lanjutan di kantor pusat di Haurwangi,” kata Rahmat.
Hingga berita ini diturunkan, aksi blokade masih berlangsung. Warga tetap berjaga di lokasi dengan pengawalan aparat kepolisian.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…