Ia menegaskan, SPPG yang berada di bawah standar yang telah ditetapkan BGN tidak akan dipertahankan.
“Tidak menutup kemungkinan apabila memang SPPG benar-benar di bawah standar, kami akan putus kontraknya. Jangan sampai program ini dilaksanakan asal-asalan,” tegasnya.
Selain dapur SPPG, BGN juga melakukan evaluasi terhadap Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) agar terus meningkatkan kualitas pendampingan dan pelaksanaan program di lapangan.
Sony juga mengingatkan Satuan Tugas MBG di tingkat kabupaten dan kota agar tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah SPPG, tetapi juga memastikan kesiapan rantai pasok bahan pangan lokal.
Ia mencontohkan kebutuhan pisang yang tidak dapat dipenuhi dari dalam daerah, sehingga harus dibeli dari luar Bengkulu.
“Jangan sampai uang miliaran rupiah yang dikirim pemerintah setiap hari ke Bengkulu justru mengalir ke daerah lain,” ujarnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan belum optimalnya penyerapan potensi pangan lokal.
“Kalau itu bisa diserap, pemerintah daerah harus menyiapkan kebutuhannya. Ini penting agar manfaat ekonomi MBG benar-benar dirasakan masyarakat setempat,” pungkas Sony.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…