BBWS juga menyiapkan sanksi bagi penyedia apabila tidak menyelesaikan kewajibannya sesuai ketentuan kontrak.
Dadan mengakui pengawasan proyek belum maksimal karena keterbatasan personel di lapangan. Kondisi itu akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi BBWS Citarum.
“Kami mengakui pengawasan masih kurang karena keterbatasan tim. Ke depan akan kami evaluasi dan perkuat,” katanya.
Proyek JIAT Agrabinta merupakan bagian dari program penyediaan air irigasi berbasis air tanah. Sistem ini memanfaatkan sumur bor, pompa, jaringan perpipaan, panel listrik, dan bak pembagi.
BBWS Citarum membangun JIAT untuk menjaga pasokan air saat musim kemarau, meningkatkan indeks pertanaman, serta mendukung target swasembada pangan nasional.
Perbaikan proyek menjadi syarat utama sebelum BBWS menyerahkan aset tersebut kepada empat kelompok tani penerima manfaat di Kecamatan Agrabinta.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…