Operasi sempat berjalan alot karena beberapa penghuni kosan menolak keluar, bahkan beberapa pria yang diduga terlibat berhasil melarikan diri. Irfan juga menyoroti tingginya angka HIV/AIDS di Cianjur sebagai alasan intensifikasi razia.
“Sebagai kota santri, kami tidak ingin penyakit masyarakat ini merajalela. Ke depan, kami akan menggandeng kepolisian untuk memperkuat operasi seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Sosial Cianjur menyatakan akan melakukan asesmen terhadap mereka yang terjaring.
“Dari asesmen ini, kami akan menentukan apakah mereka perlu pembinaan atau langkah lainnya,” jelas Pelaksana Tugas Dinsos, Muhammad Bagas.
Pihak Dinsos juga berencana mengarahkan mereka ke Satuan Pelayanan (Satpel) di Sukabumi untuk pembinaan lebih lanjut, meski saat ini kuota Satpel penuh.
Bagas menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan provinsi untuk menangani kasus ini.
Bagas berharap, Razia seperti ini direncanakan berlangsung secara rutin, dengan harapan, dapat meminimalkan praktik prostitusi terselubung, dan memberikan solusi bagi mereka yang terlibat untuk beralih ke profesi yang lebih baik.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…