“Reforma Agraria bukan hanya legalitas lahan. Lahan harus produktif dan memberi nilai tambah agar masyarakat mandiri,” ujarnya.
Perwakilan Yayasan Astha Cita Masykur, Wakhid Masykur, menilai sinergi lintas pihak memperkuat keterampilan peternak.
“Pelatihan dan studi banding memberi pengetahuan teknis dan tata kelola usaha yang efisien serta berorientasi jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Satriyo Ardi menekankan teknologi sederhana seperti silase mampu menekan biaya produksi.
“Manajemen pakan yang tepat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menjaga keberlanjutan,” ucapnya.
Badan Bank Tanah memastikan program pemberdayaan akan berlanjut bertahap di HPL Cianjur.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…